Di dalam merayakan kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo berhasil mempersatukan perbedaan lewat dangdut di istana. Di hari yang sama, Anies Baswedan yang adalah sosok intoleran yang paling sering membodoh-bodohi rakyat Jakarta, sekali lagi merusak persatuan dan kesatuan masyarakat.
Jakarta diporakporandakan dengan luar biasa dan tidak ada yang tersisa dari kejayaan Basuki Tjahaja Purnama. Saya katakan bahwa dia menghancurkan NKRI, bukan tanpa alasan. Bagaimana penggratisan PBB bisa membuat NKRI hancur? Karena kalimat busuknya yang berbisa itu.
Anies Baswedan mengatakan bahwa tagihan tingginya pajak tanah adalah cara halus pemerintah untuk mengusir warga miskin. Kalimat busuk ini sangatlah berbisa. Karena dia sedang ingin menghancurkan citra Joko Widodo yang adalah presiden Republik Indonesia yang dipilih rakyat.
Pemerintah yang selalu mengatakan keadilan sosial dalam upacaranya, memiliki aturan tentang pajak tanah dan bangunan yang bisa diartikan kami meningkatkan pendapatan asli daerah dengan meningkatkan PBB.
Pada saat yang sama itu adalah kalimat sopan dari mengatakan kami akan mengosongkan Jakarta dari penduduk yang tak mampu bayar pajak.
Kalimat di atas adalah kalimat culas yang dikeluarkan oleh Anies Baswedan yang adalah gubernur terpilih kaum radikal yang juga merupakan maskot teroris di Indonesia. Dia ini culas dan kelihatannya kalimat ini ingin menuding Presiden dan para pengambil pajak.
Padahal kalau mau dikata, dia sendirilah yang mengubah kebijakan Ahok saat menjadi DKI 1 yang menggratiskan PBB bagi rumah dengan nominal dibawah sekian miliar. PBB juga dibayarkan rakyat ke pemerintah daerah, lewat kebijakan otonomi daerah.
Apakah Anies selama ini tidak tahu bahwa kebijakan penggratisan PBB di era Ahok, dia sendiri yang ubah jadi berbayar? Apakah selama ini Anies pula ingatan sejak kepalanya mungkin kebentur sesuatu? Dia sendiri yang mengubahnya. PBB selama era Ahok digratiskan. Apalagi khusus warga miskin, Ahok memang jagonya pemerhati.
Akan tetapi, Anies Baswedan sepertinya sengaja memberikan sebuah narasi busuk soal Presiden Joko Widodo dan kementerian ATR alias agraria dan tata ruang yang dikenal sebagai bahan pertanahan nasional. Kelihatannya Anies ingin menghancurkan politisi-politisi yang nasionalis dan yang memperjuangkan hak rakyat.
Upaya pecundang ini sangatlah culas. Saya kira, dia ini adalah sosok yang bisa membuat negara ini hancur lebur berkeping-keping. Semoga saja dengan artikel ini, para pembaca bisa dibuat lebih cerdas dan tidak tertipu dengan muslihat syirik dari gubernur DKI Jakarta.
Di akhir-akhir masa jabatannya, orang ini menjadi semakin culas dan kelihatannya sangat dendam dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ahok menggratiskan, dia yang bikin jadi bayar. Kemudian setelah itu, buzzer Tatak pun asyik meng-onta buta mengangkat Anies setinggi langit. Jangan terlalu tinggi, nanti kalau jatuh, mejret.
Begitulah mejret-mejret.



0 comments:
Post a Comment