Search

Thursday, August 18, 2022

Jokowi Pidato Kenegaraan, SBY Pun Tak Mau Kalah


 Ada yang menarik antara Jokowi dan SBY. Jokowi pada Selasa lalu menghadiri sidang tahunan MPR sekaligus menyampaikan pidato kenegaraan.

Ada beberapa poin penting yang Jokowi sampaikan dalam pidato tersebut.

Yang pertama adalah, lembaga negara telah berhasil mengungkap 3 kasus korupsi dengan nilai hingga triliyunan rupiah, yaitu korupsi Jiwasraya, Garuda, dan juga ASABRI.

"Korupsi besar di Jiwasraya, ASABRI, dan Garuda berhasil dibongkar dan pembenahan total telah dimulai" kata Jokowi.

Yang kedua adalah, pandemi Covid-19 yang sudah mereda sekarang ternyata belum menjamin kebangkitan ekonomi global, termasuk ekonomi nasional. Ini dikarenakan ada perang antara Ukraina dan Rusia yang menambah krisis yang terjadi, mengingat kedua negara ini memiliki hubungan ekspor impor dengan berbagai negara sehingga membuat banyaknya hambatan terjadi. Semua negara di seluruh dunia sedang menghadapi tantangan yang teramat berat, bahkan ada yang mulai mendekati jurang resesi.

Dan yang paling penting adalah, persaingan politik pada pemilu 2024. Jokowi mengingatkan soal politik identitas yang lekat dengan persaingan politik demi kemenangan suatu kelompok.

"Saya ingatkan, jangan ada lagi politik identitas. Jangan ada lagi politisasi agama. Jangan ada lagi polarisasi sosial" kata Jokowi.

Untuk topik politik identitas, sudah saya jelaskan di artikel sebelumnya.

Lalu, apa kaitannya dengan SBY?

SBY pada saat yang sama, juga direncanakan memberikan pidato di Universitas Malaya, Malaysia. Selain itu, SBY juga menyaksikan pertandingan persahabatan tim voli Lavani di negeri jiran tersebut.

Bogor Lavani adalah tim voli milik SBY. Tim ini disebut-sebut merupakan tanda cinta SBY untuk Ani Yudhoyono yang meninggal beberapa tahun lalu. SBY sudah berada di Malaysia dari tanggal 14 Agustus dan direncanakan pulang pada tanggal 18 Agustus 2022 hari ini.


Dengan demikian, SBY dipastikan tidak hadir dalam pidato kenegaraan Presiden Jokowi dalam sidang tahunan MPR dan penyampaian nota keuangan RAPBN 2023.

Dia bersama sejumlah elite Partai Demokrat berada di Malaysia untuk memberikan pidato di Universitas Kebangsaan Malaysia. "Otw Malaysia 14 -18 Agustus, menghadiri pidato SBY di depan civitas Universitas Kebangsaan Malaysia dan Sultan Selangor," seperti yang dikatakan Andi Arief dalam akun Twitter-nya.

Sebenarnya kalau bicara tentang SBY, tak ada yang lebih baik selain dibahas oleh Mas Alif secara dia itu pakar mantan. Tapi saya juga mau ikutan.

Beberapa hari lalu ada seorang netizen yang membagikan sebuah potongan video berisi pernyataan dari SBY. Dalam video itu, SBY mengingatkan Jokowi bahwa kritik masyarakat sangat baik untuk menjaga stabilitas negara.

Tak hanya itu, SBY juga mengingatkan agar pemerintahan Jokowi tak bersikap arogan saat mendapat kritikan dari publik dan tidak membungkam rakyat yang mau menyampaikan pandangannya.

"Tetapi saya dulu negara tidak jatuh meskipun dikritik habis-habisan, cuma yang dulu mengkritik saya sekarang banyak diam,” kata SBY.

Sekarang SBY diketahui juga akan menyampaikan pidato di sebuah universitas di Malaysia, apakah tidak mau kalah dengan pidato kenegaraan Jokowi?

Begini ya, beberapa waktu lalu, saat demam Pengabdi Setan 2 melanda negeri ini, terselip sebuah informasi di mana rusun yang menjadi lokasi syuting film tersebut ternyata mangkrak di era SBY. Meski katanya tidak menggunakan APBN, tetap saja itu terjadi di era SBY dan publik semakin yakin bahwa era SBY banyak sekali proyek mangkrak. Apalagi kalau sudah bicara soal Hambalang. Sulit untuk melupakannya.

Kalau SBY masih punya niat untuk membandingkan dirinya dengan Jokowi, apalagi dalam rangka ingin mengorbitkan AHY sebagai calon pemimpin masa depan, lebih baik urungkan saja niat ini. Bikin malu. Harusnya suruh AHY saja yang berikan pidato di Malaysia.

Mau dibilang ekonomi era SBY meroket sampai 6 persen, itu tidak berpengaruh apa-apa. Publik lebih teringat dengan mangkrak dan autopilot. Di era SBY dulu, pembangunan infrastruktur kurang diutamakan, sehingga saat ini daya saing negara agak tertinggal dengan negara tetangga. Kerjanya cuma prihatin dan sedih.

Banyak kasus mega korupsi terungkap di era Jokowi meskipun kita tahu kasus itu sebagian terjadi di era siapa.

Bagaimana menurut Anda?

0 comments:

Post a Comment