Search

Friday, August 19, 2022

Miris, “Kelakuan” SBY Di Sidang Tahunan dan HUT RI Dalam Masa Pemerintahan Jokowi

SBY pernah menjabat sebagai Presiden di Indonesia selama 2 periode.

Sebagai salah satu elit nasional, SBY seharusnya memberikan contoh bagaimana berpolitik santun kepada politikus muda, seperti yang selalu dikoarkan selama ini.


Tapi, faktanya apa?

SBY malah memberikan contoh yang “kurang” baik.

Setelah SBY tidak menjabat sebagai Presiden lagi, sudah 3 kali beliau tidak menghadiri sidang tahunan untuk mendengar pidato kenegaraan Presiden Jokowi di hadapan anggota DPR MPR RI selama ini.

Pada tahun 2015, SBY tidak menghadiri acara Pidato Presiden Jokowi karena SBY merayakan kemerdekaan di Pacitan.

Tahun 2016, SBY tidak hadir karena beliau pulang kampung lagi ke Pacitan.

Tahun 2017, SBY juga tidak menghadiri acara pidato kenegaraan Presiden Jokowi dengan alasan yang tidak diketahui.

Bahkan, anaknya sendiri yaitu Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas yang menjabat sebagai ketua Fraksi Demokrat saat itu, mengatakan tidak tahu kenapa ayahnya tidak menghadiri sidang tahun MPR RI tersebut.

"Pertanyaannya tiap tahun gitu doang, enggak tahu saya," ucap pria yang kerap disapa Ibas itu di kompleks Parlemen, Jakarta Pusat. 


Meskipun absen dalam acara pidato kenegaraan Presiden Jokowi, tetapi SBY hadir dalam acara peringatan HUT RI Ke-72 di istana negara pada tahun 2017 lalu.

Pada tahun 2018, SBY kembali absen dalam sidang tahunan MPR RI dan HUT RI Ke-73 di istana negara.

Pada tahun 2019, SBY absen lagi dalam sidang tahunan MPR RI, tetapi kita maklum beliau diwakilkan oleh AHY yang hadir di istana pada hud RI Ke-74, karena SBY fokus merawat ibunda.

Kita maklum jika SBY ikut sidang tahunan MPR RI tahun 2020 dan 2021 secara virtual karena situasi corona saat itu.
Pada tahun 2022 saat ini, SBY kembali absen dalam sidang tahunan MPR RI dan menjadi trending di twitter.
Di media nasional lainnya, malah tertulis bahwa SBY absen di pidato kenegeraan Jokowi, SBY nonton voli di Malaysia.

Kalau diperhatikan dengan seksama, ada foto koruptor wisma atlet yaitu Andi Mallarangeng bersama SBY.

Ada juga Andi Arief yang dulu dibela oleh Rocky Gerung karena dipanggil KPK, lalu diam seribu bahasa setelah Andi Arief mengakui terima uang dari Bupati PPU non aktif yang juga sama-sama dari partai Demokrat.

Sungguh mengerikan bukan, melihat orang-orang seperti Andi Arief dan Andi Mallarangeng bisa menjadi elit Demokrat saat ini.

Makin kelihatan bagaimana “kualitas” partai Demokrat.

Ketua Majelis Tingginya SBY, Ketumnya AHY (anak SBY) dan salah satu Waketumnya Ibas (anak SBY lagi).

Jadi sebenarnya, ini partai politik apa? partai keluarga? Ha ha ha

Lagi pula, apa yang bisa diharapkan dari seorang AHY yang mertuanya seorang koruptor dan ayahnya dijuluki “Bapak Mangkrak Indonesia”?

Apakah 250 juta rakyat Indonesia mau menyerahkan nasib bangsa kepada AHY, pemuda yang tidak punya pengalaman memimpin rakyat?


Apa yang mau dilakukan oleh AHY untuk bangsa ini?

Mau mengikuti jejak mertuanya yang seorang koruptor?

Mau memperbanyak proyek mangkrak seperti yang dilakukan ayahnya?

Kembali ke kasus SBY dalam sidang tahunan MPR RI dan HUT RI tahun 2022 saat ini.

Selain tidak mengikuti sidang tahunan untuk mendengar pidato kenegaraan Presiden Jokowi di depan anggota DPR/MPR RI, SBY dan AHY juga tidak menghadiri acara HUT RI Ke-77 tahun ini.

Jubir partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan jika AHY sedang dalam proses pemulihan dari demam berdarah. Bisa kita maklumi. Tapi bagaimana dengan SBY?

Berdasarkan keterangan di laman Twitter Andi Arief, Ketua Bappilu Partai Demokrat, SBY diketahui tengah melawat ke Malaysia. Sumber

Andi Arief juga mengatakan jika SBY akan mengikuti upacara 17 Agustus di KBRI Malaysia, mendampingi klub voli besutannya Bogor Lavani yang akan uji tanding dengan tim voli Malaysia.

Memang itu hak beliau untuk tidak menghadiri pidato kenegaraan di gedung DPR RI dan tidak menghadiri HUT RI ke-77 di istana saat ini.

Tetapi, kita jadi bisa menilai bagaimana “kualitas” kenegarawan seorang SBY selama ini.

Sejak Jokowi jadi Presiden di Indonesia tahun 2014 lalu, kita bisa menghitung dengan jari, berapa kali SBY hadir dalam pidato kenegaraan dan hadir dalam acara resmi peringatan HUT RI di istana.

Kalau tidak diundang, nanti dikatakan tidak menghormati, tetapi diundang malah tidak datang.

Kalau petinggi Demokrat berdalih bahwa SBY tidak hadir dalam pidato kenegaraan Presiden Jokowi dan juga tidak hadir dalam HUT RI ke-77 tahun ini karena SBY sudah berangkat duluan ke Malaysia, itu hanya alasan saja.

Kenapa SBY pergi ke Malaysia beberapa hari sebelum pidato kenegaraan dan HUT RI?

Apakah SBY sengaja melakukan hal tersebut?

SBY sudah 10 tahun berkuasa, beliau pasti paham bagaimana sistem administrasi birokrasi.

Lagian, pidato kenegaraan dan HUT RI di istana merupakan acara rutin yang diadakan tiap tahun, masa sih SBY selalu saja punya alasan untuk tidak menghadirinya?

Dari sini, kita semakin bisa menilai bagaimana “kualitas” kenegarawan seorang SBY.

Apakah SBY tidak menghadiri acara pidato kenegaraan Presiden Jokowi karena beliau tidak sanggup mendengar kesuksesan pemerintah Jokowi dalam bidang ekonomi?

Bukan hanya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tumbuh 5,44%, inflasi Indonesia juga di bawah rata-rata inflasi negara Asia Tenggara, APBN Indonesia juga surplus sehingga pemerintah mampu memberikan subsidi Gas, listrik dan BBM kepada rakyat.

Akhir kata, silahkan menilai sendiri bagaimana “kualitas” kenegarawan SBY selama ini yang sering tidak hadir dalam pidato kenegaraan Presiden Jokowi dan jarang hadir dalam peringatan HUT RI di istana negara.

Wassalam



0 comments:

Post a Comment