Search

Friday, August 19, 2022

Relawan Ganjar Bergerak Serentak di Seluruh Negeri Bagaikan Parpol


 Meski hanya relawan, tapi pengelolaannya sudah seperti parpol. Bergerak serentak di seluruh negeri. Bahkan organisasi relawan ini memanfaatkan momen Jumat berkah untuk menyebarkan kebaikan di 5 provinsi secara serentak pula.

Untuk tingkat propinsi, disebut sebagai Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Sedangkan di tingkat kabupaten kota, kepengurusannya mereka namai Dewan Pimpinan Cabang (DPC).

Organisasi relawan jagoan lain, bisa juga meniru model relawan Ganjar, supaya semangat kebersamaannya tetap terjaga.

"Hari Jumat adalah hari yang sangat baik untuk memanjatkan doa kepada Allah SWT. Kami meminta kepada masyarakat agar mendoakan Pak Ganjar menjadi presiden," kata Imron Rosyidi Ketua DPW Relawan Ganjar Jakarta, Jumat (19/8/2020).

Setelah membagikan lebih dari 500 paket sembako, para sukarelawan Ganjar yang tersebar di 34 Provinsi ini melakukan proses penginputan penerima bantuan menggunakan aplikasi digital.

Selain DPW di tingkat propinsi, kepengurusan DPC pun tak tinggal diam. Kegiatan deklarasi dukungan dari kelompok masyarakat juga berlangsung di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

DPC Sahabat Ganjar Kabupaten Indramayu hadir dan menggelar senam yang dilanjutkan dengan deklarasi dukungan komunitas senam yang berlangsung di Kecamatan Sukagumiwang.

Masih dengan kegiatan deklarasi dukungan, kali ini "Emak-Emak Militan" yang berada di Kabupaten Bulukumba juga bergerak dikomandoi DPC setempat. Mereka sangat kompak mendukung Ganjar Pranowo menuju 2024 mendatang.

Relawan Ganjar lainnya yang juga bergerak secara masif di seluruh negeri adalah relawan Des Ganjar, yakni relawan Desa untuk Ganjar.

Pakai kosa kata ‘des’, terasa kebarat-baratan, kayak kata yang diimpor dari mancanegara. Padahal hanya diambil dari kata ‘desa’ yang dihilangkan ‘a’ nya saja. Aya-aya wae.

Bahkan kalimat penyemangat dari Bung Hatta, selalu menjadi peneguhnya. “Indonesia tidak akan besar karena obor dari Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa.” Ini kutipan pidato Bung Hatta kala itu. Setelah sekian dasa warsa kemudian, apa kata sang proklamator itu tampaknya terbukti.

Dan secara masif relawan pendukung Ganjar bergerak dari desa. Bercahaya, bak api kecil di pucuk lilin-lilin nyala. Bergerak pelan tapi mantap. Karenanya, diabadikanlah desa sebagai nama relawan Des Ganjar, yakni relawan Desa untuk Ganjar.

Relawan Des Ganjar memang penuh perhitungan. Des Ganjar menjadi cepat berkembang karena di desa lah segala potensi ada.

Elemen masyarakat desa itu lengkap, terdiri dari masyarakat desa, tokoh desa, ulama desa, PKK desa, karang taruna, petani, pedagang, nelayan hingga UMKM. Dan yang paling penting adalah nilai paguyuban di desa masih begitu kental.

Sebelum digelar deklarasi tingkat nasional pada Minggu (5/6/2022), terlebih dulu beberapa bulan sebelumnya sudah berdiri Des Ganjar di 35 kabupaten/kota yang tersebar di 32 propinsi.

Inilah strategi yang dijalankan Des Ganjar. Garap dulu desa-desa di berbagai wilayah barulah menggelar hajatan secara nasional.

Bila Bung Hatta menyemangati dengan mengatakan Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa, itu tampaknya hampir sejalan dengan taktik Mao Tse Tung.

Dalam sejarahnya, taktik Desa Mengepung Kota, dijalankan Mao Tze Tung untuk melawan Imperialisme, Feodalisme dan Kapitalisme.

Saat itu, Tiongkok sedang menghadapi agresi Tentara Jepang. Mao Tze Tung membangkitkan perlawanan dari desa, terutama dari kaum tani.

Sebuah revolusi yang berasal dari rakyat, melawan penjajahan. Rakyat diorganisir sebagai pasukan dalam bentuk sel-sel yang dapat menyerang tentara Jepang tanpa terduga dengan senjata yang sederhana.

Setelah perlawanan bersenjata selesai, Mao Tze Tung membangkitkan perekonomian desa dengan membentuk koperasi-koperasi pertanian.

Bergerak serentak memang menjadi ciri khas relawan Ganjar Pranowo.

Selalu bergerak serentak

0 comments:

Post a Comment